Panduan Pertanyaan Umum

FAQ Epidplus

Ringkasan ini disusun dari panduan yang Anda berikan dan merangkum pertanyaan yang paling sering muncul terkait Laporan W2, impor data, keamanan, performa aplikasi, serta alur kerja harian petugas surveilans.

Sinkronisasi & Laporan W2

Penjelasan tentang hubungan Data Kasus, form W2, kunci laporan, dan kuota ekspor.

Catatan

Mengapa data kasus tambahan yang saya input manual di form W2 tidak muncul di halaman Analisis Data?

Saat Anda menambahkan angka manual di form W2, sistem menandainya sebagai diskrepansi dari penarikan otomatis. Angka tambahan ini hanya berupa agregat dan tidak memiliki rincian level pasien seperti umur, jenis kelamin, dan lokasi.

Karena modul Analisis Data membutuhkan data pasien yang lengkap untuk menghitung grafik dan ringkasan epidemiologi, tambahan manual pada form W2 tidak ikut ditampilkan di sana.

Penting

Mengapa saya tidak bisa menurunkan jumlah kasus di laporan W2 di bawah angka tertentu?

Sistem menetapkan nilai minimum berdasarkan register harian pada halaman Data Kasus. Pembatasan ini menjaga integritas data agar laporan agregat mingguan tidak lebih rendah dari jumlah kasus riil yang sudah tercatat di unit.

Apakah saya bisa memodifikasi laporan W2 yang statusnya sudah terkunci?

Bisa. Bila ada koreksi, gunakan tombol Buka Kunci Laporan, lakukan revisi, lalu kunci kembali setelah angka final dipastikan benar.

Setiap perubahan tetap tercatat di Audit Log dan Riwayat Kunci beserta waktu revisinya.

Mengapa tombol ekspor PDF Laporan W2 redup atau tidak bisa dipakai?

Fitur ekspor PDF dan beberapa kemampuan lanjutan mengikuti konfigurasi paket unit. Jika unit Anda belum memiliki hak akses untuk ekspor W2, tombol tersebut akan tetap terkunci.

Silakan hubungi admin wilayah atau pengelola paket untuk mengaktifkan hak akses yang sesuai.

Import Rekam Medis Elektronik

Akses, batasan, dan pemetaan data saat memakai impor spreadsheet atau batch dari sistem lain.

Apa itu fitur Import eRM/EMR dan siapa yang bisa menggunakannya?

Fitur ini memungkinkan unit mengimpor banyak data pasien sekaligus tanpa entri satu per satu. Aksesnya dibatasi melalui kontrol hak akses dan validasi fitur, sehingga hanya pengguna yang memenuhi izin tertentu yang dapat melihat serta memakai halaman impor.

Apakah kode penyakit dari aplikasi RS atau sistem lain bisa dibaca Epidplus?

Ya. Wizard impor dilengkapi pemetaan ICD-X yang membantu menerjemahkan berbagai kode diagnosis ke Kamus Penyakit SKDR yang dipakai di platform.

Privasi & Keandalan Keamanan

Ringkasan perlindungan data sensitif seperti NIK, nama, dan akses terhadap data pasien.

Tip

Apakah data sensitif seperti NIK dan nama pasien aman di Epidplus?

Data pasien sensitif dijaga dengan enkripsi di sisi server, terutama untuk identitas seperti NIK. Informasi sensitif juga tidak ikut tersebar ke payload atau log publik tanpa otorisasi yang sesuai.

Akses dekripsi dibatasi pada alur yang memang memerlukan izin pengguna yang sah, sehingga eksposur data tetap ketat dan terkontrol.

Performa & Bantuan Antarmuka

Tips agar aplikasi tetap ringan di perangkat lama dan cara memanfaatkan alat bantu visual di dalam sistem.

Tip

Aplikasi terasa lambat di komputer lama atau jaringan seluler yang lemah. Apa solusinya?

Aktifkan Super Swift Mode atau mode performa cepat. Mode ini mengurangi efek visual berat seperti animasi, transisi, blur, dan bayangan agar proses pengisian data lebih ringan dan responsif di perangkat dengan spesifikasi terbatas.

Di mana saya bisa melihat masa inkubasi dan gejala kunci setiap penyakit mingguan?

Di halaman form W2, Laporan Masyarakat, maupun Dasbor Publik, arahkan kursor ke nama penyakit. Tooltip SKDR akan menampilkan rincian klasifikasi klinis, masa inkubasi, dan gejala kunci yang relevan.

Panduan Cara Penggunaan Umum

Langkah cepat untuk alur kerja yang paling sering dipakai setiap hari di unit.

Bagaimana cara menambahkan data pasien atau kasus baru?

Ikuti alur berikut saat membuat kasus baru agar data pasien, penyakit, dan status klinis tercatat lengkap.

  1. Buka menu Data Kasus dari navigasi samping atau navigasi bawah di mobile.
  2. Klik Tambah Kasus.
  3. Masukkan NIK pasien agar sistem dapat mencoba mengisi data demografi dasar secara otomatis.
  4. Lengkapi domisili pasien dan pilih Nama Penyakit sesuai kamus SKDR.
  5. Tentukan status medis, klasifikasi kasus, dan status akhir pasien.
  6. Klik Simpan Data. Data akan terenkripsi dan langsung berkontribusi ke draft W2 minggu berjalan.

Bagaimana alur pengisian Laporan Mingguan W2 yang benar?

Pengisian W2 yang baik dimulai dari pemilihan minggu pelaporan yang tepat dan pengecekan angka otomatis dari Data Kasus.

  1. Buka menu Laporan W2 pada akhir minggu epidemiologi.
  2. Pilih tahun dan minggu pelaporan.
  3. Periksa angka agregat yang dimuat otomatis dari Data Kasus minggu tersebut.
  4. Jika ada temuan tambahan yang belum sempat diinput satu per satu, Anda dapat menaikkan angkanya dan sistem akan memberi penanda diskrepansi.
  5. Isi total kunjungan pasien di bagian bawah form.
  6. Pastikan seluruh angka benar lalu tekan Kunci Laporan untuk finalisasi.

Bagaimana cara menangani Sinyal Peringatan Dini atau alert SKDR?

Alert yang masuk sebaiknya diverifikasi dulu secara epidemiologis sebelum dilanjutkan ke tindak lanjut lapangan.

  1. Buka menu Sinyal Alert ketika ada indikator lonjakan kasus.
  2. Klik alert untuk melihat rincian penyakit dan lokasi unit terkait.
  3. Jika lonjakan terverifikasi valid, lanjutkan ke modul Intervensi untuk mendokumentasikan tindak lanjut seperti pelacakan kontak, penyuluhan, atau profilaksis.

Di mana saya bisa mengatur tema layar atau memperingan aplikasi?

Buka ikon profil di kanan atas lalu masuk ke Pengaturan. Dari sana Anda dapat mengganti mode terang atau gelap, sekaligus mengaktifkan Super Swift Mode bila perangkat mulai terasa lambat.

Masih ada pertanyaan yang belum terjawab? Gunakan halaman Tentang, Pengaturan, atau hubungi admin wilayah agar kami bisa membantu mengarahkan alur yang paling sesuai untuk unit Anda.